Resep Nastar ala Eyangti


Salah satu tanda bahwa Idul Fitri makin mendekat adalah kita bisa mencium wangi kue kering nyaris di mana-mana he he #lebay. Salah satu kue kering yang banyak dibuat adalah Ananas Taart alias nastar. Kue yang kebanyakan berbentuk bulat dengan diameter 2 cm ini sebenarnya tidak hanya menjadi penghias hari raya di Indonesia, tapi juga di negara lain di Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Kue ini tidak hanya meramaikan Idul Fitri saja, tapi juga hari raya lain seperti Natal, Imlek, Deepavali/Diwali.

Setelah beberapa waktu cuma bisa mengamati foto nastar yang berseliweran di Facebook, akhirnya saya punya foto nastar sendiri he he. Baru dua hari ini saya dan ibu saya sempat membuatnya. Untuk resep Selai Nanas sudah pernah saya posting di sini. Kali ini saya akan menulis resep kuenya saja. Resep inilah yang sejak dulu digunakan ibu saya, dengan sedikit modifikasi seiring berjalannya waktu he he. Kalau dulu nastar cuma diberi hiasan cengkeh, sekarang kami lebih suka memberi taburan keju. Begitu pula dengan adonannya, sebagian menggunakan resep asli, sebagian dimodifikasi dengan menambahkan keju cheddar parut.

Resep Nastar ala Eyangti

Bahan:

1. 400 gram margarin.
2. 2 buah kuning telur.
3. 700 gram terigu Kunci Biru, diayak.
4. 100 gram gula halus.
5. 1 bungkus vanili.
6. Selai nanas (dari 3 buah nanas), bentuk bulatan dengan diameter 1 cm.

Bahan olesan:

1. 2 buah kuning telur.
2. 1/2 sdm margarin.

Taburan:

Keju cheddar parut.

Cara membuat:

1. Kocok margarin dan gula halus dengan mikser kira-kira selama 5 menit sampai margarin warnanya lebih pucat dan teksturnya lebih lembut.
2. Tambahkan kuning telur dan vanili sambil dikocok lagi dengan mikser selama 5 menit.
3. Ambil sebagian adonan margarin, tempatkan dalam sebuah mangkuk, lalu tambahkan terigu sedikit demi sedikit sambil diuleni.
4. Menguleninya tidak perlu terlalu kuat yang penting adonan margarin dan terigu tercampur rata dan mudah dibentuk (tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras apalagi sampai pecah).
5. Jangan langsung mencampurkan seluruh adonan dengan terigu, adonan yang tidak langsung dibentuk seringkali akan mengeras dan pada akhirnya susah dibentuk (mudah pecah).
6. Giling adonan yang sudah diuleni tadi dengan gelas atau rolling pin hingga didapatkan ketebalan kira-kira 0,5 cm.
7. Cetak adonan dengan bentuk bulat, misalnya dengan menggunakan cetakan berbentuk mangkuk kecil seperti di gambar.
8. Beri isian selai nanas yang sudah dibulatkan, lalu bentuk adonan menjadi bulatan nastar. Tempatkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin dan ditaburi terigu tipis-tipis.
9. Lakukan hingga semua adonan dan selai habis.
10. Kocok lepas bahan olesan. Oles nastar dengan bahan olesan tersebut. Jika khawatir akan isu kuas dari rambut (bulu) babi, kita bisa membuat kuas sendiri dengan sumpit dan secarik kain katun untuk mengoles.
11. Panggang nastar selama 30 menit dengan oven bersuhu 180 derajat celcius (saya menggunakan api atas dan bawah, jangan lupa untuk memanaskan ovennya dulu selama 10 menit).

Dari resep di atas dihasilkan kurang lebih 3 toples nastar. Saya dan ibu dua kali membuat nastar. Jadi perinciannya kurang lebih selai dari 3 buah nanas dan 2 resep adonan nastar menghasilkan 6 toples nastar. Di hari kedua kami memodifikasi adonannya dengan menambahkan kurang lebih 40 gram keju cheddar parut. Selain itu sebagian adonannya saya sisihkan untuk membuat Fancy Nastar untuk Rayyaan. Foto-foto dan cerita soal Fancy Nastar Unyu untuk Rayyaan bisa di baca di sini.

By the way untuk resep nastar atau mungkin resep apapun, setiap orang mungkin punya resep khas sendiri-sendiri ya. Termasuk nastar ini misalnya, kebetulan resep ini yang sering or let say selalu saya dan ibu saya gunakan, termasuk cara-caranya. Kalau untuk penerapannya bisa dikembalikan ke masing-masing pembaca he he, mau dimodifikasikah, mau disesuaikan dengan cara masing-masing ya silakan he he, karena saya pribadi juga sering memodifikasi resep-resep yang saya coba. Memodifikasi resep nggak selamanya berhasil, tapi somehow benar-benar mengikuti resep juga hasilnya bisa beda-beda, karena tangannya beda, kondisi saat praktek juga beda. In my opinion dalam mencoba resep baru/makanan yang belum pernah kita buat, it’s better to find/read more resources, lebih baik sambil baca-baca banyak sumber juga. Selamat mencoba.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s