Reblog: Sweet Roll Bun

Sweet Roll Bun

Pagi ini saya kembali bermain dengan ragi. Setelah beberapa kali membuat donat dan martabak, hari ini saya ingin membuat Sweet Roll Bun untuk Rayyaan. Sebenarnya ini kali kedua saya mencoba membuat Sweet Roll Bun, hanya saja yang pertama kali memang bentuk rotinya masih agak abstrak he he. Percobaan kedua ini bentuk rotinya sudah jauhlebih oke. Pemilik resep dasar Sweet Roll Bun yang saya buat ini adalah Mbak Nikmatul Rosidah (big thanks, Mbak). Resep ini saya modifikasi sesuai dengan isi dapur saya he he.

Bahan-bahan:
1. 150 ml susu (dari 1 sachet susu kental manis yang diencerkan dengan 150 ml air hangat).
2. 1 sdm ragi (saya menggunakan Fermipan).
3. 3 sdt gula pasir (ternyata kurang manis, jadi saya gunakan juga gula pasir sebagai taburan).
4. 1 butir telur, suhu ruang.
5. 2 sdm margarin (saya menggunakan Blue Band).
6. 300 gr tepung terigu.
7. 1/2 sdt garam (ehm, yang ini lupa saya gunakan).

Cara membuat:
1. Tuangkan susu hangat ke dalam sebuah mangkuk, lalu tuangkan ragi, tutup mangkuk dengan serbet basah selama 5 menit.
2. Masukkan gula, telur, margarin, garam, campur hingga rata.
3. Masukkan tepung, aduk hingga rata.
4. Uleni selama kira-kira 5 menit dengan menggunakan mixer (gunakan spiral whisk ya).
5. Tutup mangkuk dengan serbet basah, diamkan selama 1 jam.
6. Kempiskan adonan, ambil adonan kira-kira 1 sdm, isi dengan keju, abon, atau selai (sesuai selera), bulatkan.
7. Diamkan kira-kira 15 menit.
8. Olesi loyang dengan margarin dan taburkan terigu, panaskan oven (suhu 200 derajat Celcius).
9. Olesi roti dengan campuran kuning telur dan margarin, beri taburan gula pasir atau keju parut jika suka.
10. Panggang adonan roti kira-kira selama 15 menit.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya lupa menambahkan garam pada adonan he he. Untungnya sih rotinya tetap oke. Di resep asli, Mbak Nikmatul menggunakan unsalted butter, yah berhubung makanan Rayyaan sudah ditambah garam dan gula, saya tidak pernah membeli unsalted butter lagi. Di resep ini saya juga menggunakan susu kental manis karena sedang tidak punya stok susu UHT. Pada dasarnya susu UHT itu lebih sering saya minum langsung. Kalau untuk membuat roti, donat, martabak atau makanan lainnya saya menggunakan SKM yang diencerkan. Di resep asli sebenarnya hanya perlu 225 gram terigu untuk 1/2 adonan. Saya menggunakan 300 gram terigu karena malas membagi isi telurnya (1/2 adonan hanya perlu 1/2 bagian telur). Berdasarkan resep asli, adonan roti ini tidak perlu diuleni, hanya diaduk saja bahan-bahannya. Tapi tenaga dan gaya mengaduknya saya mungkin beda dengan ibu-ibu lainnya. Kalau buat saya mengaduk itu ya cuma mencampur sekedarnya he he, dan inilah yang mungkin membuat roti pertama saya jadi kurang mulus bentuknya. Jadilah saya uleni adonan ini dengan menggunakan mixer (pakai spiral whisk). Cara ini saya dapat dari teman yang mengulenin adonan donat dengan mixer, hemat tenaga ha ha. Oh iya, tentang ragi plus susu dan adonan yang ditutup dengan serbet basah, itu karena saya selalu terbawa-bawa kebiasaan ibu saya kalau membuat donat (atau apapun yang pakai ragi dan harus didiamkan). Kalau ada teman-teman yang mau mencoba membuat roti berdasarkan resep modifikasi ini, harap maklum kalau ada beberapa bahan yang takarannya hanya dengan sendok makan. Ibu saya sih punya timbangan, tapi berhubung bukan digital jadi saya malas mengeluarkan timbangan hanya untuk menimbang printilan-printilan hi hi. Untuk menakar tepung dan susunya saya mengandalkan gelas ukur.

Dari takaran bahan-bahan di atas didapatkan 12 buah roti. Sebenarnya saya mau mencoba memanggangnya dengan Happy Call. Ternyata roti kurang mengembang (karena faktor Happy Call yang obviously volumenya lebih kecil dibanding oven) walau bagian dalamnya matang. Bagian atas dan bawahnya jadi gepeng dan agak gosong (sayang rotinya tidak difoto). Next time mungkin akan saya coba lagi memanggang roti dengan Happy Call. Sepertinya adonannya harus dibuat lebih kecil. Kalau roti ini adonannya ‘ditakar’ dengan sendok makan, kalau akan dipanggang di Happy Call sepertinya harus ‘ditakar’ dengan sendok teh saya. Mungkin bentuk akhir rotinya akan jadi mirip bakpia ya he he, gepeng alias rata di bagian atas dan bawahnya.

Nah sekarang setelah rotinya matang, Rayyaan suka tidak ya? Suka dong. Pada dasarnya si bocah ini memang suka makan roti. Lihat nih foto-fotonya sedang makan Sweet Roll Bun buatan Mama. Yummy.. Yummy…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s