Reblog: Cumi Bakar Pedas Manis

Cumi Bakar Pedas Manis

Sudah sejak beberapa waktu lalu saya dan suami ingin memasak cumi bakar, namun baru awal tahun ini keinginan kami terwujud. Sebenarnya kami berniat membeli cumi-cumi dan bahan lainnya di pasar tradisional kecil yang terdekat, namun sepertinya saat itu cumi-cumi yang kecil sedang langka. Akhirnya kamipun membeli 4 buah cumi-cumi berukuran besar yang dijual di supermarket. Ukurannya yang besar memang membuatnya lebih mudah dibersihkan dibanding cumi-cumi yang kecil. 

Setelah dibuang ‘tulang’nya dan kotorannya, cumi-cumi tersebut saya cuci bersih dan saya rendam dengan air jeruk nipis. Selanjutnya saya membuat bumbu halus yang terdiri dari:

1. 20 siung bawang merah.
2. 10 siung bawang putih.
3. 3 buah kemiri.
4. 5 cm kunyit.
5. 5 cm jahe.
6. 3 cm lengkuas.
7. 2 batang serai.
8. 2 sdm merica.
9. 1 sdm ketumbar.
10. 1 sdm jinten.
11. Garam secukupnya.
12. Gula merah.
13. 10 buah cabai merah.
14. Margarin dan kecap manis untuk olesan.
15. Bawang goreng.
16. Nasi secukupnya.

Saya membuat dua jenis bumbu, yang biasa dan yang pedas. Untuk bumbu pedas, saya menambahkan gula merah dan 10 buah cabai merah. Bahan bumbu biasa saya blender halus dan saya sisihkan sebagian. Sisanya saya tambahkan gula merah dan cabai merah, jadilah bumbu pedas. Kedua jenis bumbu halus ini saya tumis sebentar secara terpisah dan saya gunakan untuk melumuri cumi-cuminya. Sebelum dilumuri dengan bumbu, cumi saya isi dengan nasi matang dan bagian kepalanya saya satukan dengan bagian badannya dengan tusuk gigi. Bumbu yang tersisa saya masukkan ke dalam wadah kedap udara dan saya simpan di kulkas.

Saat saya menyiapkan cumi untuk dibakar, suami saya menyiapkan tungku untuk membakar cuminya. Tungku yang ia buat sangat sederhana, hanya menggunakan beberapa buah batako, panggangan besi dan bahan bakar batok kelapa. Di Manado orang menggunakan batok kelapa untuk membakar ikan, ayam dan sebagainya. Saat tungku siap digunakan dan bumbu sudah meresap, cumi-cuminyapun siap dibakar sampai matang. Oh iya, sebelum cuminya dibakar, saya taburkan dulu bawang goreng ke apinya agar aromanya lebih sedap.

Lalu bagaimana hasilnya? Untuk percobaan pertama membuat cumi-cumi bakar, buat kami Alhamdulillah rasanya enak. Karena daging cumi-cumi besar lebih tebal, kami masih bisa merasakan rasa asli dari cumi-cumi tersebut. Rasa bumbu dipadu rasa asli cumi-cuminya yummy sekali. Yang jadi favorit saya tentu saja cumi bakar nasi dengan bumbu pedas.

Catatan: postingan ini merupakan reblog dari postingan di blog saya terdahulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s