Tteokbokki dan Gochujang


Kemarin makan siang dan makan malam temanya menu Korea meski dalam versi yang lebih sederhana. Setelah siangnya saya membuat Ramyun Kuah Pedas, malamnya sama membuat Tteokbokki. Tteokbokki atau topokki adalah snack khas Kore yang sangat terkenal, terbuat dari kue beras (rice cake), kue ikan (fish cake), dan saus pedas manis (gochujang). Di Korea sendiri makanan ini banyak di jual di semacam warung atau kios di pinggir jalan. Yang suka nonton drama Korea pasti pernah lihat penampakan kios semacam inilah ya he he.

Kok bisa tau-tau saya bikin tteokbokki? Awalnya sih karena penasaran mau nyoba resep Gochujang Sederhana yang saya temukan di sebuah situs. Keinginan membuat gochujang ini sendiri karena saat membuat Ramyun Kuah Pedas, saya tidak punya gochujangnya. Terlebih lagi setelah googling saya masih belum tahu, merk gochujang apa yang dalam pembuatannya tidak menggunakan soju alias anggur beras Korea. Kalau ada gochujang dengan label halal, mau juga deh nyobain yang asli. Sementara itu, pakai gochujang sederhana dulu.

Back to tteokbokki, tadi sudah disebutkan ya, bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya. Jadi yang pertama harus kita buat adalah garaetteok alias rice cake alias kue berasnya. Kalau fish cakenya sih beli juga bisa, di beberapa resep tteokbokki yang dibuat oleh blogger Indonesia, mereka rata-rata menggunakan otak-otak ikan. Tapi kalau mau buat sendiri juga boleh. Berhubung buat tteokbokkinya mendadak, jadi saya tidak sempat beli otak-otak ikan. Akhirnya saya menggunakan fillet ayam yang dipotong-potong. Sebagai pelengkap lainnya saya gunakan bawang bombay dan paprika hijau. Ini dia resep selengkapnya:

Bahan garaettok/rice cake/kue beras:

1. 100 gram tepung beras.
2. 140 ml air.
3. 1 sdm minyak wijen.

Cara membuat:

1. Tempatkan tepung beras pada wadah logam.
2. Tuang air sedikit-sedikit sambil diuleni.
3. Setelah kalis, oles telapak tangan dengan minyak wijen, ambil 1 sdm adonan, bentuk seperti pempek lenjer berdiameter kecil.
4. Kukus kue beras sampai matang (saya lupa membutuhkan waktu berapa menit, yang pasti tidak butuh waktu lama).
5. Angkat dan dinginkan.

Gochujang

Bahan gochujang:

1. 4 sdm cabai merah bubuk.
2. 8 sdm cuka.
3. 4 sdm gula pasir.
4. 4 sdm kecap asin encer.
5. 4 sdm bubuk bawang putih.
6. 2 sdm tepung ketan putih.

Cara membuat:

1. Campur semua bahan kecuali tepung ketan, aduk hingga rata dan gula larut.
2. Terakhir tambahkan tepung ketan putih.

Gochujang ini saya simpan dalam lemari es. Ada juga yang menyebutkan bahwa gochujang sederhana ini bisa juga disimpan walau tidak dalam lemari es. Caranya wadah plastiknya dibungkus dengan plastik dan koran agar kedap udara. Dengan cara ini gochujang bahkan masih bagus walau sudah disimpan selama 3 bulan.

Bahan tteokbokki:

1. Garaetteok/rice cake/kue beras, potong-potong (jangan lurus ya, tapi potongannya dibuat miring atau menyamping).
2. Fish cake atau otak-otak ikan secukupnya (berhubung tidak punya, saya pakai fillet ayam yang sudah dikukus).
3. Bawang bombay secukupnya, diiris.
4. 1/4 sdt kaldu bubuk (saya tidak menambahkan bumbu lain karena gochujang ini buat saya sudah cukup untuk bumbu, tapi ada juga yang masih menambahkan gula, lada, minyak wijen, atau garam).
5. 100 ml air.
6. 1 sdm gochujang (belum berani pakai lebih banyak, takut terlalu pedas he he).
7. Paprika hijau, dipotong dadu (untuk sayurannya sih optional, ada yang memakai jamur, wortel, taoge, dsb).
8. Daun bawang, diiris.
9. 1 sdm minyak sayur.
10. 1 sdm tepung maizena yang diencerkan dengan sedikit air.

Cara membuat:

1. Tumis bawang bombay dengan minyak sayur hingga harum.
2. Masukkan 100 ml air dan 1 sdm gochujang.
3. Tambahkan fish cake (saya menambahkan fillet ayam kukus).
4. Tambahkan paprika (atau sayuran lain).
5. Tambahkan rice cake, masak hingga kuah mendidih.
6. Tambahkan tepung maizena dan potongan daun bawang (atau sayuran lain yang lebih mudah matang/layu).
7. Masak lagi hingga kuah mengental.
8. Angkat dan sajikan.

Karena garaetteok ini bahan dasarnya adalah tepung beras, jadi tteokbokki ini tidak terasa asing di lidah. Malah jadi teringat dengan masakan khas Palembang yaitu burgo. Mirip kan? He he, bahan dasarnya sama yaitu tepung beras. Bedanya kalau burgo ada penambahan sagu pada ‘rice cake’nya. Untuk pembuatan garaettok ini saya tidak menggunakan resep dan takaran hasil googling, namun menggunakan cara yang kira-kira lebih mudah dipakai. Setelah penambahan air, gochujangnya juga tidak begitu pedas. Saya sempat nyobain gochujang yang belum dicairkan, wow rasanya mengezutkan he he. Pedas manis asin plus rasa cukanya jadi satu. The point is kalau di lidah Indonesia ya sepertinya makanan ini cocok-cocok aja deh, dan kalau pakai otak-otak ikan pasti tambah enak. Tertarik mau mencoba?

Source:

Resep Gochujang Sederhana
Cara Membuat Tteokbokki
Masakan Korea Tteokbokki
Tteokbokki

Iklan

6 thoughts on “Tteokbokki dan Gochujang

  1. Ping-balik: Ramyun Kuah Pedas | Clumsylicious Kitchen

  2. Ping-balik: Yangnyeom Tongdak: Ayam Goreng Pedas Manis ala Korea | Clumsylicious Kitchen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s