My First Molten Lava Cake

Molten Lava Cake pertamaku.

Harap-harap cemas deh saat mencoba membuat kue ini. Jadi ingat kue ini pernah jadi tema tes eliminasi di Master Chef Indonesia. Ternyata memang gampang-gampang tricky membuatnya. Beda 1-3 menit aja bisa membuat lava cokelatnya banjir atau bahkan menolak keluar kuenya setelah dibelah he he. Ini resep Molten Lava Cake yang pagi ini saya buat:

Bahan:

1. 125 gram dark cooking chocolate/DCC/cokelat masak pekat.
2. 85 gram margarin.
3. 3 butir telur.
4. 2 1/2 sdm terigu protein sedang.
5. Gula bubuk secukupnya.

Cara membuat:

1. Campur DCC dan margarin, lelehkan dengan cara ditim.
2. Sambil menunggu uap campuran DCC dan margarin hilang, oles cetakan dengan margarin dan taburi terigu.
3. Masukkan telur, aduk rata.
4. Masukkan terigu, aduk rata.
5. Tuang adonan ke dalam cetakan sampai 3/4 penuh.
6. Simpan dalam lemari es selama 3 jam.
7. Panggang dalam oven bersuhu 200 derajat Celcius selama kurang lebih 12 menit.
8. Keluarkan kue dari dalam oven.
9. Tutup cetakan dengan piring kecil lalu dibalik.
10. Angkat perlahan-lahan cetakannya, taburi kue dengan gula bubuk.
11. Belah kuenya, renggangkan hingga lelehan lavanya terlihat.

Banjir Lava.

Nah, ini cerita selama pembuatan Molten Lava Cake ini. Menurut resep, adonan harus disimpan dalam freezer selama 3 jam hingga mengeras. Kenapa? Well, alasan ilmiahnya si saya nggak tahu he he. Apa mungkin karena resep ini adonannya tidak dikocok pakai mikser seperti di resep-resep yang pernah saya baca. Mungkin saja sih, agar bahan-bahan lebih tercampur rata, jadi harus dibekukan dulu (ngarang abis hi hi). Tapiiiii, di daerah rumah saya lagi musim pemadaman bergilir. Setelah dua malam berturut-turut, pagi tadi listrik kembali padam. Karena sempat byar pet, saya takut kulkas jebol dong (kulkas lama saya jebol karena byar pet hik hik). Akhirnya kabel kulkas pun saya cabut. Dan. pas listrik menyala kembali, saya lupa menghidupkan kembali kulkasnya (tepok jidat). Pas mau manggang adonannya baru sadar dan mendadak cemas, kayak apa nih ntar jadinya?

Lavanya mogok di tengah he he.

Akhirnya saya nyalakan oven, panaskan sebentar, lalu saya panggang adonannya. Setelah 10 menit, saya keluarkan salah satu kuenya. Ternyata lavanya banjiiir hi hi. Melelehnya sampai luber. Akhirnya kue lain saya panggang lagi selama 13 menit. Setelah saya belah, ada lelehan lavanya tidak banjir serperti kue pertama. Saat saya coba-coba memanggang sampai 15 derajat Celcius, ternyata sudah overcooked. Bagian tengahnya sih masih ada yang cair, tapi tidak cukup untuk membuat lelehan lava cokelat seperti yang diharapkan. Jadi waktu memanggang 12 menit saja cukuplah ya.

My best lava cake today.

Next time saya mau mencoba membuat kue ini tetap tanpa mikser namun tanpa dimasukkan kulkas or freezer dulu. Kalau bisa tanpa mikser dan kulkas kan berarti lebih cepat dan mudah membuatnya he he. Meski demikian, tetap perhatikan waktu memanggang deh. Karena di resep lain ada yang waktu memanggangnya hanya 8 menit. Yah, beda resep, beda tangan, beda kondisi pembuatan, bisa jadi beda juga waktu yang diperlukan untuk memanggangnya. No matter what, yang penting saya senang bisa membuat kue yang ada lelehan lava cokelatnya, yaaaay! Oh iya, resep aslinya saya dapatkan dari booklet Kartini 2345 tentang Memasak Sendiri Menu Favorit Ala Cafe. Saya hanya membuat setengah bagian resep. Dengan bahan-bahan di atas dihasilkan 5 buah kue dengan cetakan berukuran diameter bawah 4 cm, diameter atas 7,5 cm, dan panjang 5 cm. Ada yang mau mencoba?

Iklan

5 thoughts on “My First Molten Lava Cake

  1. Ping-balik: Steamed Lava Cake | Clumsylicious Kitchen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s